wajah itu kembali muncul
melewati sela-sela daun flamboyant yang menggagas dimusim kemarau terik ini
melewati sela-sela daun flamboyant yang menggagas dimusim kemarau terik ini
angin itu memberi tamparan kecil yang menggerakkan hatiku yang lesu
rasanya waktu berjalan begitu cepat saat kupandang sosokmu
belum puas kunikmati wajah tirismu saat kau melenggang meninggalkanku
Tapi ini bukan cinta,
ini hanyalah kekagumanku karena bisa menikmati indahnya senyummu..
walau terkadang ada pikiran nakal yang mengajakku untuk menikmati wajahmu lebih dalam
kemarau tahun ini tak seterik tahun lalu.
kemarau tahun ini tak seterik tahun lalu.
kemarin hujan membasuh bumi walau cuma sekejab
biarlah kisah ini menjadi saksi perjalananku
kelak aku akan berkata : terima kasih karena telah kau ijinkan aku menikmati indahnya parasmu..
malang,14 juni 2012
malang,14 juni 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar